Jumat, 05 Maret 2010

masakan makassar


LANGGA Roko adalah masakan semacam pepes ikan bakar dengan bumbu racikan khas orang Makassar. Ikan yang telah diberi bumbu khas itu dibungkus daun pisang, lalu dipanggang dengan bara arang. Hmmm... Terbayang kan enaknya? Sedap dengan harum paduan ikan panggang dan aroma daun pisang.

Ikan yang digunakan pada masakan ini adalah baronang besar. Bumbu terdiri dari asam, kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai. ketumbar, lengkuas, dan serai. Ikan dibungkus dengan daun pisang bersama bumbu yang dihaluskan. Lalu dibakar hingga matang.

Melihat orang memakan langga roko, akan terbit pula selera Anda. Sayangnya langga roko kini sudah sangat jarang ditemui. Kecuali pada acara-acara pesta. Tapi ada beberapa tempat yang masih menjual makanan ini. Langga roko biasanya dihidangkan sebagai lauk nasi putih. Enaaakkk...

Tanah toraja


Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.

Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com